Selamat Datang Saya Achmad Setiaji -Mencoba Berbagi Pengetahuan - Selamat Membaca

Wednesday, 27 November 2013

Fungsi Firewall

Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
  • Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  • Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator

Jenis-jenis firewall

Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut

Pengertian Firewall

Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintasjaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokaldengan jaringan Internet.
Tembok-api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilahfirewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.

Teori Transfer Daya Maksimum


Teorema ini menyatakan bahwa :
Transfer daya maksimum terjadi jika nilai resistansi beban sama dengan nilai resistansi sumber, baik dipasang seri dengan sumber tegangan ataupun dipasang paralel dengan sumber arus dan nilai reaktansi sumber adalah negatif dari nilai reaktansi beban.

Daya listrik ditransfer dari satu tempat ke tempat lainnya melalui saluran transmisi. Saluran transmisi meliputi impedansi, oleh sebab itu arus listrik yang mengalir akan menimbulkan rugi daya yang sepanjang saluran. Pada umumnya dikehendaki meminimalkan rugi daya tersebut, sehingga daya yang sampai ke tujuan semaksimal mungkin.
Perhatikan gambar rangkaian yang merupakan suatu model sistem transfer daya maksimum.

ZS adalah impedansi saluran yang sudah ada jadi tetap. Hendak ditentukan beban ZB supaya daya yang diterimanya maksimum. Biarkan ZS = RS+jXS dan ZB = RB+jXB . RS dan XS sudah ada, jadi dianggap tetap, RB dan XB dapat diubah secara bebas. Daya aktif beban adalah :
Supaya PB maksimum, penyebut suku terakhir haruslah minimum yaitu salah satu persyaratan haruslah XB = -XS. Persoalan menjadi : maksimumkan PB dengan merubah-rubah RB. Haruslah dipenuhi persyaratan : dPB/dRB = 0.

Jadi persyaratan yang harus dipenuhi supaya daya yang ditransfer maksimum adalah 

ZB = ZS*

Yaitu impedansi beban dan impedansi saluran transmisi (termasuk impedansi sumber) salingberkonyugasi.

Karena RB =RS maka rugi daya pada saluran = daya beban atau daya luaran sehingga efisiensi maksimum sistem adalah 50%. Tentu hal ini tidak baik bagi suatu sistem penyaluran daya besar-besaran. Karena itu untuk sistem penyaluran daya besar tidak digunakan prinsip transfer daya maksimum, yang diperlukan adalah supaya rugi rugi daya dan jatuh tegangan pada saluran transmisi seminimal mungkin untuk memenuhi permintaan daya beban yang sudah tertentu. Ini dilakukan dengan jalan meminimalkan impedansi saluran ZS, tentu dengan memperhatikan kriteria biaya dan konstruksi saluran. 

Untuk menyalurkan daya tertentu, jalan yang lazim ditempuh ialah menaikkan tegangan saluran transmisi sehingga untuk menyalurkan suatu daya tertentu besar arus turun, sehingga rugi daya turun sebanding dengan kuadrat arus. 

Untuk sistem telekomunikasi, besar daya yang ditransferkan relatif kecil, yang penting adalah informasi yang disalurkan dapat diterima dengan jelas. Karena itu prinsip transfer daya maksimum dapat digunakan. Menyamakan impedansi beban (misalnya impedansi penerima telepon) dengan konyugat saluran disebut penyelarasan impedansi (impedance matching).

Tuesday, 26 November 2013

Rangkaian Listrik : (Seri , Paralel , Hukum Kirchoff )

1. Susunan Hambatan

 
Tabel 1. Simbol-simbol untuk elemen rangkaian

1) Susunan seri
a. rangkaian seri bertujuan untuk memperbesar hambatan rangkaian, nilai Rek untuk susunan seri adalah:
R1 + R2 + R3 = Rek
b. kuat arus yang melewati setiap hambatan adalah sama,
I1 = I2 = I3 = Iek, seperti yang terlihat pada gambar
c. beda potensial dapat dihitung dengan hukum ohm V= RI, sehingga V1 = R1 I1, V2 = I2R2, Vek= RekIek
d. berfungsi sebagai pembagi tegangan,
V1 : V2 : V3 = R1 : R2 : R3,
Kelemahan susunan seri adalah ketika salah satu komponen listrik pada rangkaian seri putus, maka rangkaian listrik menjadi terbuka, sehingga komponen lain yang masih baik ikut padam. Namun sekring sengaja dipasang seri dengan rangkaian komponen-komponen lain untuk tujuan pengaman.


2) Susunan paralel
a. tegangan pada setiap hambatannya adalah sama yaitu sama dengan tegangan resistor penggantinya (V1 = V2= V3 = Vek). Susunan paralel seperti pada gambar berikut.

b. bertujuan untuk memperkecil hambatan rangkaian, maka nilai Rek untuk susunan paralel adalah: 

c. khusus untuk dua buah resistor R1 dan R2 yang disusun paralel, nilai Rek­ dapat dihitung secara:

d. kuat arus yang melalui resistor dapat dihitung dg hukum Ohm, 

e. berfungsi sebagai pembagi arus, yaitu kuat arus yang melalui tiap-tipa resistor berbanding terbalik dengan hambatan listriknya

Salah satu contoh hubungan paralel adalah peralatan listrik di rumah kita. Dalam susunan paralel, jika salah satu komponen rusak atau gagal, maka komponen-komponen lain dalam rangkaian masih tetap bekerja.

3) Hambatan pengganti n buah resistor ekivalen.
Jika n buah resistor ekivalen, masing-masing dengan hambatan R ohm disusun seri atau paralel maka hambatan listrik resistor pengganti dinyatakan oleh
Seri 

Paralel 

2. Hukum Khircoff
1) Hukum I Kirchoff
Dengan menggunakan hukum Ohm kita dapat menemukan besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian gabungan seri-paralel. Meskipun demikian, kadang-kadang kita menjumpai rangkaian yang sulit untuk dianalisis. Sebagai suatu contoh, kita tidak dapat menemukan aliran arus pada setiap bagian rangkaian sederhana dengan kombinasi hambatan seri dan paralel. Menghadapi rangkaian yang sulit seperti ini, kita menggunakan hukum-hukum yang ditemukan oleh G. R. Kirchhoff (1824-1887) pada pertengahan abad 19. Terdapat dua hukum Kirchooff, dan hukum-hukum ini adalah aplikasi sederhana yang baik sekali dari hukum-hukum kekekalan muatan dan energi. Hukum pertama Kirchhoff atau hukum persambungan (junction rule) didasarkan atas hukum kekekalan muatan, dan kita telah menggunakannya pada kaidah untukhambatanhambatan paralel.
Hukum I Khircoff berbunyi: Pada suatu titik cabang, jumlah kuat arus yang masuk sama dengan jumlah kuat arus yang keluar.

Misalkan pada titik cabang P

Maka sesuai dengan Hk I Khircoff adalah:

I+ I2 = I3 + I4

2) Hukum II Khircoff
Hukum II Kirchhoff atau kaedah loop (loop rule) didasarkan atas kekekalan energi.
Hukum II Khircoff berbunyi:
Di dalam sebuah rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik () dengan penurunan tegangan (IR) adalah sama dengan nol.
Secara matematis:

Perjanjian tenda untuk ggl ε dan kuat arus I dalam persamaan diatas adalah sbb.
(1) pilih loop untuk masing-masing lintasan tertutup dg arah tertentu, namun jika memungkinkan usahakan searah arah arus.
(2) Kuat arus bertanda positif  jika searah dengan arah loop dan negatif jika berlawanan arah dengan arah loop.
(3) Bila ketika mengikuti loop sesuai dengan arah loop, kutub positif dijumpai lebih dulu dari kutub negatifnya, maka ggl bertanda positif, dan negatif jika sebaliknya.
Beda potensial (tegangan jepit) antara dua titik pada suatu cabang, misalnya antara titik a dan b, dihitung dengan persamaan:

Contoh soal
1. Perhatikan rangkaian berikut!

 
Tentukanlah kuat arus (I) yang mengalir dalam rangkaian di samping!
Penyelesaian:
Misalkan E1 = 6 V, E2 = 3 V, R1 = 8 W, R= 5 W, hambatan dalam r1 = r=1 W rangkaian ini hanya terdiri dari sebuah loo, misalkan arahnya searah dengan arah jarum jam maka kuat arus I dapat ditentukan dengan hukum II kirchoff yaitu:
SE + S(IR)= 0
-E1 + E2 + I (R1 +R2 + r1 + r2) =0
- 6 + 3 + I (8 +5 +1 +1) = -3 +I (15) = 0
15 I = 3

Rangkaiannya menjadi:  

WARM-UP 3
1. Menjelang Hari Raya Natal, Charly ingin merangkai sejumlah lampu hias untuk dipasang di pohon natal. Charly ingin memasang lampu-lampu tersebut secara paralel satu sama lain, karena menurutnya rangkaian paralel akan lebih aman dan intensitas sinar yang dihasilkan lebih terang. Namun berbeda dengan Charly, Richy adiknya menginginkan lampu-lampu tersebut dipasang secara seri, karena menurut Richy lampu akan lebih terang jika dirangkai seri. Menurut Anda pendapat manakah yang benar antara Charly dan RichyMengapa demikian? Tanggapi alasan yang diberikan oleh keduanya!
2. Buatlah ringkasan tentang Hukum Kirchoff I dan Hukum Kirchoff II rangkaian listrik!

PUZZEL
1. Perhatikan gambar di bawah ini! Jika dalam rangkaian mengalir arus listrik sebesar 6A, maka berapakah arus listrik yang mengalir pada hambatan 6 Ω?

2. Jacob merangkai sebuah rangkaian listrik seperti pada gambar. Berapakah kuat arus yang mengalir dan nilai tegangan antara titik a dan c?

3. Perhatikan gambar di bawah ini! Berapakah besar dan arah kuat arus (I) pada gambar tersebut? 

Thursday, 13 December 2012

Biogeografi


Biogeography adalah cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Cabang keilmuan ini bertujuan untuk mengungkapkan mengenai kehidupan suatu organisme dan apa yang mempengaruhinya.[1]
Ilmu tidak hanya mempertanyakan Spesies apa? dan Dimana?, tapi ia juga mempertanyakan Mengapa? dan kadang-kadang Mengapa tidak?[2]
Pola penyebaran spesies pada tingkatan ini dapat dijelaskan melalui gabungan faktor-faktor keturunan seperti spesifikasikepunahan,continental driftglaciation (yang berhubungan juga dengan tinggi dari permukaan laut, jalur sungai dan hal-hal terkait), serta river capture dan ktersediaan sumber daya alam.